Yalimo, Papua Pegunungan — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Yalimo terus memperkuat program pendidikan pemilih, khususnya bagi kalangan pemilih pemula, sebagai bagian dari upaya meningkatkan partisipasi dan kualitas demokrasi di wilayah tersebut. Langkah ini sejalan dengan target kinerja KPU Kabupaten Yalimo tahun 2026 yang menetapkan cakupan pendidikan pemilih bagi pemilih pemula, kelompok rentan, dan marjinal mencapai 100 persen.
Ketua KPU Kabupaten Yalimo, Sofion Walilo, menegaskan komitmen pihaknya untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda yang baru pertama kali akan menggunakan hak pilihnya. "Kami akan melakukan pendekatan persuasif kepada tokoh politik dan masyarakat. Kami juga akan bekerja sama dengan Bawaslu sebagai pengawas dan pemerintah setempat," ujar Sofion dalam keterangan yang disampaikan setelah pelantikan komisioner KPU Yalimo periode 2023-2028.
Pentingnya Pendidikan Pemilih Pemula
Pemilih pemula menjadi salah satu kelompok strategis dalam setiap penyelenggaraan pemilihan. Mereka adalah warga yang baru memasuki usia 17 tahun atau yang baru pertama kali menyalurkan hak suara. Dalam konteks Kabupaten Yalimo, data historis menunjukkan jumlah pemilih pemula yang signifikan. Pada Pemilu 2019, KPU Yalimo mencatat sebanyak 1.604 pemilih pemula yang ditambahkan ke dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS).
Ketua KPU Yalimo saat itu, Yehemia Walianggen, menjelaskan bahwa pemilih pemula memiliki ruang khusus dalam proses pendaftaran. "Jadi adik-adik yang masih usia 16 tahun, dan pada saat Pemilu 17 April sudah memasuki usia 17 tahun, ruang mereka masih terbuka untuk datang mendaftarkan ke KPU. Jadi khusus untuk adik-adik kita, dia tidak masuk dalam pemilih tambahan tetapi masuk dalam pemilih pemula," jelasnya.
Data Pemilih Terkini
Berdasarkan rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan III Tahun 2025, KPU Kabupaten Yalimo mencatat total 90.032 pemilih yang terdiri atas 47.721 laki-laki dan 42.311 perempuan, tersebar di 298 desa/kelurahan di lima distrik. Angka ini terus diperbarui secara berkala untuk memastikan seluruh warga yang memenuhi syarat dapat terakomodasi dalam proses pemilihan.
Sementara itu, pada Pilkada 2024, DPT Kabupaten Yalimo tercatat sebanyak 88.813 pemilih. Meskipun terdapat dinamika dalam penetapan data pemilih, KPU Yalimo memastikan bahwa proses pemutakhiran data dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat melalui petugas pemutakhiran data pemilih (pantarlih).
Program dan Strategi Pendidikan Pemilih
KPU Kabupaten Yalimo tidak hanya mengandalkan sosialisasi konvensional. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai program pendidikan pemilih telah dilaksanakan, termasuk audiensi dengan mahasiswa asal Yalimo yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah. Pada November 2023, sejumlah mahasiswa Yalimo yang mengenyam pendidikan di Pulau Jawa menggelar pertemuan dengan komisioner KPU Yalimo yang baru dilantik untuk membahas kesiapan pesta demokrasi tahun 2024.
"Kami mahasiswa berharap pada Pemilu besok betul-betul nilai demokrasinya dijamin. Kami mahasiswa juga akan kawal bersama," ujar Matam Wilil, Ketua Koordinator Wilayah Mahasiswa Yalimo se-Jabodetabek dan Batam.
Selain itu, KPU Yalimo juga berkomitmen untuk melakukan sosialisasi di distrik-distrik dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. "Kami yang dilantik hari ini kalau kita menghitung sisa waktu normal 90 hari, maka kami diinstruksikan untuk kerja maraton untuk sukseskan Pemilu. Sehingga kami akan ke Papua dan ke Yalimo melakukan langkah-langkah terutama sosialisasi kepada masyarakat dan pembagian Korwil di masing-masing distrik," kata Sofion Walilo.
Tantangan dan Harapan
Kabupaten Yalimo, yang terletak di Provinsi Papua Pegunungan, menghadapi tantangan geografis dan aksesibilitas dalam pelaksanaan sosialisasi. Dengan lima distrik dan ratusan kampung yang tersebar, jangkauan pendidikan pemilih memerlukan strategi khusus, termasuk pemanfaatan tokoh agama, tokoh adat, dan aparat kampung sebagai agen sosialisasi.
Pjs Bupati Yalimo, Hasuka Hisage, dalam sebuah pertemuan koordinasi menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak. "Kepada KPU dan Bawaslu dan TNI/Polri, kita bersama bergandengan tangan untuk menyukseskan jalannya pilkada, dan jangan pernah ada lagi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.
Baca Juga: Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan 1 Tahun 2026 KPU Kabupaten Yalimo
Dengan terus digencarkannya pendidikan pemilih, KPU Kabupaten Yalimo berharap para pemilih pemula dapat menjadi pemilih yang cerdas, mandiri, dan bertanggung jawab dalam setiap proses demokrasi. Pendidikan pemilih bukan sekadar transfer pengetahuan tentang tata cara mencoblos, tetapi juga pembentukan kesadaran akan hak dan kewajiban sebagai warga negara dalam menentukan masa depan daerah dan bangsa.
Selengkapnya