Berita Terkini

156

Mengenal Electoral Management Body sebagai Penyelenggara Pemilu di Dunia

Pemilihan umum yang demokratis, jujur, dan adil tidak dapat dilepaskan dari peran lembaga penyelenggara pemilu. Di berbagai negara, lembaga ini dikenal dengan istilah Electoral Management Body (EMB). EMB berfungsi sebagai institusi yang bertanggung jawab merencanakan, melaksanakan, dan mengawasi seluruh tahapan pemilu. Keberadaan EMB menjadi kunci utama dalam menjaga integritas proses demokrasi di seluruh dunia. Pengertian Electoral Management Body (EMB) Electoral Management Body adalah lembaga atau badan yang secara resmi diberi kewenangan oleh hukum untuk menyelenggarakan pemilihan umum. EMB bertugas memastikan bahwa pemilu berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan, prinsip demokrasi, serta standar internasional seperti transparansi, akuntabilitas, dan independensi. EMB dapat berbentuk lembaga permanen maupun ad hoc, tergantung pada sistem politik dan ketatanegaraan suatu negara. Fungsi dan Tugas Utama EMB Secara umum, EMB memiliki beberapa fungsi utama, antara lain: Perencanaan pemilu, termasuk penjadwalan dan penyusunan regulasi teknis Pendaftaran pemilih dan peserta pemilu Pengelolaan logistik dan anggaran pemilu Pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara Penetapan hasil pemilu Penyelesaian sengketa administratif pemilu Melalui fungsi-fungsi tersebut, EMB berperan sebagai penjaga kepercayaan publik terhadap hasil pemilu. Model Electoral Management Body di Dunia Secara internasional, EMB dapat diklasifikasikan ke dalam tiga model utama, yaitu: 1. Model Independen Model ini menempatkan EMB sebagai lembaga yang berdiri independen dari pemerintah dan partai politik. Anggota EMB biasanya diangkat melalui mekanisme khusus dan memiliki masa jabatan tertentu. Ciri utama: Independen secara kelembagaan Tidak berada di bawah kementerian atau eksekutif Tingkat kepercayaan publik relatif tinggi Model ini banyak diterapkan di negara-negara demokrasi berkembang dan mapan, termasuk Indonesia. 2. Model Pemerintah (Governmental Model) Dalam model ini, penyelenggaraan pemilu dilaksanakan oleh kementerian atau lembaga pemerintah, biasanya di bawah kementerian dalam negeri. Ciri utama: EMB merupakan bagian dari struktur pemerintahan Penyelenggaraan pemilu dibiayai dan dikelola langsung oleh pemerintah Cocok untuk negara dengan birokrasi kuat dan stabil Namun, model ini sering menghadapi tantangan terkait persepsi netralitas dan independensi. 3. Model Campuran (Mixed Model) Model campuran menggabungkan unsur independen dan unsur pemerintah. Biasanya, kebijakan dan regulasi ditetapkan oleh lembaga independen, sementara pelaksanaan teknis dilakukan oleh aparat pemerintah. Ciri utama: Pembagian kewenangan yang jelas Menggabungkan efisiensi birokrasi dan prinsip independensi Banyak diterapkan di negara-negara Eropa Prinsip-Prinsip EMB yang Demokratis Agar mampu menyelenggarakan pemilu yang berkualitas, EMB harus berpegang pada prinsip-prinsip berikut: Independensi dari pengaruh politik Imparsialitas dalam setiap keputusan Profesionalisme dalam pelaksanaan tugas Transparansi dan akuntabilitas kepada publik Kepatuhan terhadap hukum Prinsip-prinsip ini menjadi standar internasional dalam penyelenggaraan pemilu. EMB dan Penyelenggaraan Pemilu di Indonesia Di Indonesia, fungsi EMB dijalankan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara pemilu, dengan dukungan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sebagai lembaga pengawas. Model ini mencerminkan EMB independen yang diatur secara konstitusional dan diperkuat oleh undang-undang. Keberadaan EMB yang independen di Indonesia menjadi fondasi penting dalam menjaga legitimasi pemilu serta memperkuat demokrasi, termasuk di tingkat daerah hingga TPS. Baca juga: Kesadaran Hukum: Pengertian, Pentingnya, dan Peranannya dalam Kehidupan Bermasyarakat Tantangan EMB di Era Modern Seiring perkembangan zaman, EMB di seluruh dunia menghadapi berbagai tantangan, seperti: Digitalisasi dan keamanan sistem pemilu Disinformasi dan hoaks politik Netralitas penyelenggara di tengah polarisasi politik Partisipasi pemilih yang fluktuatif Menjawab tantangan ini memerlukan inovasi, peningkatan kapasitas SDM, serta penguatan regulasi pemilu.


Selengkapnya
768

Sistem Kepartaian dalam Demokrasi: Dari Satu Partai hingga Multi Partai

Sistem kepartaian merupakan salah satu pilar utama dalam demokrasi modern. Melalui partai politik, aspirasi rakyat disalurkan, kepemimpinan nasional direkrut, serta kebijakan publik dirumuskan dan diawasi. Perkembangan sistem kepartaian di berbagai negara menunjukkan keragaman bentuk, mulai dari sistem satu partai, dua partai, hingga multi partai. Setiap sistem memiliki karakteristik, kelebihan, dan tantangan tersendiri dalam praktik demokrasi. Baca juga: Memahami Demokrasi Digital sebagai Bentuk Partisipasi Politik Modern Pengertian Sistem Kepartaian Sistem kepartaian adalah pola interaksi dan hubungan antarpartai politik dalam suatu negara, termasuk jumlah partai yang dominan, kekuatan relatifnya, serta peran partai dalam proses pemerintahan. Sistem ini sangat dipengaruhi oleh konstitusi, sistem pemilu, budaya politik, dan sejarah politik suatu bangsa. Sistem Satu Partai Sistem satu partai adalah sistem di mana hanya terdapat satu partai politik yang secara legal berkuasa dan mengendalikan pemerintahan. Partai tersebut menjadi satu-satunya saluran partisipasi politik rakyat. Ciri-ciri Sistem Satu Partai Hanya ada satu partai politik yang diakui negara Tidak ada kompetisi politik antarpartai Partai dan negara sering kali menyatu Kritik politik sangat terbatas Kelebihan dan Kekurangan Kelebihan sistem ini terletak pada stabilitas politik dan pengambilan keputusan yang cepat. Namun, kekurangannya sangat mendasar, yaitu minimnya kebebasan politik, lemahnya kontrol terhadap kekuasaan, serta berkurangnya ruang partisipasi rakyat. Karena itu, sistem satu partai umumnya diterapkan di negara dengan sistem otoriter atau totaliter. Sistem Dua Partai Sistem dua partai ditandai oleh dominasi dua partai besar yang saling bersaing untuk memperoleh kekuasaan. Meskipun partai kecil tetap ada, peran mereka biasanya tidak signifikan dalam pemerintahan. Ciri-ciri Sistem Dua Partai Dua partai besar mendominasi politik nasional Pergantian kekuasaan relatif stabil Oposisi jelas dan terstruktur Koalisi pemerintahan jarang terjadi Kelebihan dan Kekurangan Kelebihan sistem dua partai adalah stabilitas pemerintahan dan kejelasan arah kebijakan. Rakyat juga lebih mudah mengenali pilihan politik. Namun, sistem ini dapat membatasi keberagaman aspirasi dan mengurangi representasi kelompok minoritas. Sistem Multi Partai Sistem multi partai adalah sistem yang memungkinkan banyak partai politik untuk berpartisipasi dan bersaing dalam pemilu. Sistem ini banyak diterapkan di negara-negara demokrasi yang plural secara sosial dan budaya. Ciri-ciri Sistem Multi Partai Terdapat lebih dari dua partai politik yang berpengaruh Pemerintahan sering dibentuk melalui koalisi Representasi politik lebih beragam Kompetisi politik relatif dinamis Kelebihan dan Kekurangan Kelebihan sistem multi partai adalah terbukanya ruang representasi bagi berbagai kepentingan masyarakat. Aspirasi rakyat yang beragam dapat lebih terwakili. Namun, tantangannya adalah potensi instabilitas pemerintahan akibat koalisi yang rapuh serta proses pengambilan keputusan yang lebih kompleks. Sistem Kepartaian dan Demokrasi di Indonesia Indonesia menganut sistem multi partai dalam kerangka demokrasi konstitusional. Sejak era reformasi, kebebasan mendirikan partai politik dijamin oleh undang-undang. Sistem ini mencerminkan keberagaman masyarakat Indonesia yang majemuk. Untuk menjaga efektivitas pemerintahan, diterapkan berbagai mekanisme seperti ambang batas parlemen dan koalisi politik.


Selengkapnya
239

Pemilu Luar Negeri: Pengertian, Dasar Hukum, dan Pelaksanaannya

Pemilihan umum luar negeri merupakan bagian tidak terpisahkan dari pelaksanaan demokrasi di Indonesia yang bertujuan untuk menjamin hak politik warga negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri. Meskipun berada di luar wilayah Indonesia, setiap WNI tetap memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi dalam pemilu. Oleh karena itu, pemilu luar negeri menjadi wujud komitmen negara dalam menjamin kesetaraan hak pilih serta memperkuat demokrasi yang inklusif dan berkeadilan. Pengertian Pemilu Luar Negeri Pemilu luar negeri adalah proses penyelenggaraan pemilihan umum yang dilaksanakan bagi warga negara Indonesia (WNI) yang berdomisili atau berada di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pemilu ini bertujuan untuk menjamin hak konstitusional setiap WNI agar tetap dapat menggunakan hak pilihnya meskipun berada di luar negeri. Dengan adanya pemilu luar negeri, prinsip kesetaraan hak politik bagi seluruh warga negara dapat terwujud. Dasar Hukum Pemilu Luar Negeri Pelaksanaan pemilu luar negeri memiliki dasar hukum yang kuat, antara lain Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menjamin hak setiap warga negara untuk memilih dan dipilih. Selain itu, pemilu luar negeri juga diatur dalam undang-undang tentang pemilihan umum serta peraturan yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ketentuan tersebut menjadi pedoman bagi penyelenggara pemilu dalam memastikan proses pemungutan suara di luar negeri berjalan secara demokratis dan akuntabel. Penyelenggara Pemilu Luar Negeri Pemilu luar negeri diselenggarakan oleh Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) yang dibentuk oleh KPU. PPLN bertugas melaksanakan seluruh tahapan pemilu di luar negeri, mulai dari pendataan pemilih, sosialisasi, hingga pemungutan dan penghitungan suara. Dalam pelaksanaannya, PPLN bekerja sama dengan perwakilan Republik Indonesia di luar negeri, seperti Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI). Metode Pemungutan Suara Pemungutan suara dalam pemilu luar negeri dapat dilakukan melalui beberapa metode, antara lain pemungutan suara langsung di Tempat Pemungutan Suara Luar Negeri (TPSLN), melalui pos, atau metode lain yang ditetapkan sesuai dengan kondisi dan peraturan yang berlaku. Penyesuaian metode ini dilakukan untuk memudahkan pemilih serta memastikan keamanan dan kerahasiaan suara pemilih. Tantangan dalam Pelaksanaan Pemilu Luar Negeri Pelaksanaan pemilu luar negeri menghadapi berbagai tantangan, seperti luasnya wilayah kerja PPLN, mobilitas WNI yang tinggi, perbedaan waktu, serta keterbatasan akses informasi. Selain itu, faktor administratif dan geografis juga menjadi hambatan dalam pendataan pemilih dan distribusi logistik pemilu. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan yang matang dan koordinasi yang baik antara penyelenggara pemilu dan perwakilan RI di luar negeri. Pentingnya Partisipasi Pemilih Luar Negeri Partisipasi pemilih luar negeri memiliki peran penting dalam menentukan arah demokrasi Indonesia. Setiap suara WNI di luar negeri memiliki nilai yang sama dengan suara pemilih di dalam negeri. Tingginya partisipasi pemilih mencerminkan kesadaran politik dan kepedulian terhadap masa depan bangsa, sekaligus memperkuat legitimasi hasil pemilu.     Pemilu luar negeri merupakan wujud nyata komitmen negara dalam menjamin hak politik seluruh warga negara tanpa terkecuali. Melalui penyelenggaraan pemilu luar negeri yang transparan, jujur, dan adil, diharapkan demokrasi Indonesia semakin kuat dan inklusif. Keberhasilan pemilu luar negeri tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif dan kesadaran politik dari seluruh WNI di luar negeri.


Selengkapnya
27594

Hak Asasi Manusia (HAM): Pengertian, Prinsip, dan Pentingnya dalam Kehidupan Berbangsa

Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan hak dasar yang melekat pada setiap manusia sejak lahir dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia itu sendiri. HAM menjadi landasan penting dalam menjunjung martabat, kebebasan, dan keadilan bagi setiap individu tanpa adanya diskriminasi. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, penghormatan dan perlindungan terhadap HAM merupakan salah satu ciri utama negara hukum dan demokratis, sehingga penerapannya menjadi tanggung jawab bersama antara negara dan seluruh warga masyarakat. Pengertian Hak Asasi Manusia Hak Asasi Manusia (HAM) adalah hak-hak dasar yang melekat pada setiap manusia sejak lahir sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Hak ini bersifat universal, tidak dapat dicabut, dan berlaku bagi setiap orang tanpa membedakan suku, agama, ras, jenis kelamin, maupun latar belakang sosial. HAM menjamin setiap individu untuk hidup dengan martabat, kebebasan, dan perlindungan hukum. Prinsip-Prinsip Hak Asasi Manusia HAM didasarkan pada beberapa prinsip utama yang menjadi landasan pelaksanaannya, yaitu: 1. Universalitas – HAM berlaku untuk semua manusia di mana pun berada. 2. Kesetaraan dan Non-Diskriminasi – Setiap orang memiliki hak yang sama tanpa perlakuan diskriminatif. 3. Tidak Dapat Dicabut – HAM tidak dapat dihilangkan oleh siapa pun, kecuali melalui proses hukum yang sah. 4. Saling Ketergantungan dan Tidak Terpisahkan – Semua hak saling berkaitan dan harus dipenuhi secara seimbang. Jenis-Jenis Hak Asasi Manusia Hak Asasi Manusia dapat dikelompokkan ke dalam beberapa jenis, antara lain: Hak Sipil dan Politik, seperti hak hidup, kebebasan berpendapat, dan hak memilih. Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya, seperti hak atas pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan yang layak. Hak Kolektif, seperti hak atas pembangunan dan lingkungan hidup yang baik dan sehat. Pentingnya HAM dalam Kehidupan Bermasyarakat HAM berperan penting dalam menjamin keadilan, kebebasan, dan kesejahteraan masyarakat. Dengan penghormatan terhadap HAM, konflik sosial dapat diminimalisir, serta tercipta kehidupan yang harmonis dan saling menghargai. HAM juga menjadi dasar bagi tegaknya negara hukum dan demokrasi, di mana setiap warga negara diperlakukan secara adil di hadapan hukum. Penegakan HAM di Indonesia Di Indonesia, penegakan HAM diatur dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta berbagai peraturan perundang-undangan lainnya. Negara memiliki kewajiban untuk menghormati, melindungi, dan memenuhi HAM setiap warga negara. Selain itu, peran lembaga seperti Komnas HAM dan partisipasi masyarakat sangat penting dalam mengawasi dan mendorong penegakan HAM yang berkeadilan. Tantangan dalam Penegakan HAM Meskipun telah memiliki landasan hukum yang kuat, penegakan HAM masih menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya kesadaran masyarakat, ketimpangan sosial, serta lemahnya penegakan hukum dalam beberapa kasus. Oleh karena itu, diperlukan komitmen bersama antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat untuk terus memperkuat perlindungan HAM.     Hak Asasi Manusia merupakan nilai universal yang harus dihormati dan dijunjung tinggi oleh seluruh elemen bangsa. Dengan pemahaman dan pelaksanaan HAM yang baik, kehidupan bermasyarakat yang adil, demokratis, dan beradab dapat terwujud. Upaya penghormatan dan perlindungan HAM bukan hanya tanggung jawab negara, tetapi juga kewajiban setiap individu.  


Selengkapnya
2818

Kesadaran Hukum: Pengertian, Pentingnya, dan Peranannya dalam Kehidupan Bermasyarakat

Kesadaran hukum merupakan salah satu fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Keberadaan hukum tidak akan berjalan efektif tanpa adanya pemahaman dan kepatuhan dari masyarakat terhadap aturan yang berlaku. Kesadaran hukum mencerminkan sikap individu yang tidak hanya mengetahui hukum, tetapi juga menghormati dan melaksanakannya secara sukarela dalam kehidupan sehari-hari. Dengan tingkat kesadaran hukum yang baik, ketertiban, keadilan, dan rasa aman di tengah masyarakat dapat terwujud secara berkelanjutan. Pengertian Kesadaran Hukum Kesadaran hukum adalah sikap dan perilaku individu maupun kelompok masyarakat yang memahami, menghargai, dan menaati hukum yang berlaku secara sukarela tanpa adanya paksaan. Kesadaran hukum tidak hanya sebatas mengetahui aturan hukum, tetapi juga tercermin dalam kepatuhan serta tanggung jawab untuk menjalankan hukum dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kesadaran hukum yang baik, masyarakat mampu menempatkan hukum sebagai pedoman dalam bertindak dan bersikap. Pentingnya Kesadaran Hukum Kesadaran hukum memiliki peran penting dalam menciptakan ketertiban dan keadilan sosial. Masyarakat yang sadar hukum cenderung menghindari tindakan yang melanggar aturan serta menghormati hak dan kewajiban orang lain. Selain itu, kesadaran hukum juga menjadi fondasi utama dalam penegakan hukum yang efektif. Tanpa adanya kesadaran hukum, penegakan hukum akan sulit berjalan meskipun peraturan telah dibuat secara lengkap. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesadaran Hukum Beberapa faktor yang memengaruhi tingkat kesadaran hukum masyarakat antara lain: 1. Pendidikan – Tingkat pendidikan berpengaruh terhadap pemahaman seseorang terhadap hukum dan aturan yang berlaku. 2. Lingkungan Sosial – Lingkungan keluarga dan masyarakat turut membentuk sikap patuh atau tidak patuh terhadap hukum. 3. Penegakan Hukum – Penegakan hukum yang adil dan konsisten dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap hukum. 4. Sosialisasi dan Informasi – Penyuluhan hukum dan akses informasi yang mudah membantu masyarakat memahami hak dan kewajibannya. Bentuk-Bentuk Kesadaran Hukum Kesadaran hukum dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, antara lain: Menaati peraturan lalu lintas Menghormati hak orang lain Mematuhi peraturan administrasi dan hukum negara Menghindari tindakan yang merugikan kepentingan umum Perilaku tersebut menunjukkan bahwa hukum telah menjadi bagian dari nilai dan kebiasaan dalam kehidupan masyarakat. Peran Kesadaran Hukum dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, kesadaran hukum berperan penting dalam menjaga stabilitas, keamanan, dan persatuan. Masyarakat yang sadar hukum akan lebih mudah diajak bekerja sama dalam pembangunan nasional serta mendukung proses demokrasi, seperti pemilu yang jujur dan adil. Kesadaran hukum juga mendorong terciptanya pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Upaya Meningkatkan Kesadaran Hukum Untuk meningkatkan kesadaran hukum, diperlukan upaya berkelanjutan, antara lain melalui pendidikan hukum sejak dini, penyuluhan hukum kepada masyarakat, penegakan hukum yang adil dan transparan, serta peran aktif lembaga negara dan masyarakat sipil. Media massa dan teknologi informasi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi hukum yang efektif. Kesadaran hukum merupakan kunci terciptanya masyarakat yang tertib, adil, dan sejahtera. Dengan memahami dan menaati hukum, setiap warga negara turut berkontribusi dalam menjaga ketertiban sosial dan memperkuat kehidupan demokrasi. Oleh karena itu, peningkatan kesadaran hukum harus menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat.


Selengkapnya
496

Panduan Mencoblos Sat-Set! Tutorial Memilih untuk Pemilih Pemula

Wamena - Halo Sobat Pemilih Hari pencoblosan bisa jadi pengalaman baru yang sedikit membuat bingung, tetapi sebenarnya prosesnya sangat mudah. Ikuti langkah-langkah di bawah ini agar hak suara Anda sah dan tidak terbuang sia-sia! baca juga : https://kab-yalimo.kpu.go.id/blog/read/8942_panduan-praktis-syarat-wajib-menjadi-pemilih-pemula Tahap 1: Persiapan dan Pendaftaran di TPS Siapkan Dokumen: Bawa e-KTP asli Anda dan Surat Pemberitahuan Memilih (Form C6) yang biasanya sudah Anda terima dari petugas. Jika tidak mendapat C6, e-KTP saja sudah cukup, asalkan nama Anda terdaftar di DPT (Daftar Pemilih Tetap). Datang ke TPS: Datanglah ke TPS yang tertera pada C6 Anda. Biasanya TPS dibuka dari pagi sampai pukul 13.00 waktu setempat. Daftar dan Tunggu Panggilan: Serahkan e-KTP (dan C6 jika ada) kepada petugas di Meja Pendaftaran (KPPS 4). Petugas akan memeriksa nama Anda di DPT. Anda akan diberikan nomor antrean dan diminta menunggu sampai dipanggil untuk masuk ke bilik suara. Tahap 2: Menerima Surat Suara dan Masuk Bilik Ambil Surat Suara: Setelah dipanggil, Anda akan menuju meja petugas berikutnya (KPPS 5) dan menerima surat suara. Surat suara biasanya berupa lembaran kertas besar yang berisi nama, nomor urut, dan lambang partai/calon. Penting! Pastikan jumlah surat suara yang Anda terima sudah benar (tergantung jenis Pemilu, bisa 4 atau 5 lembar) dan pastikan semua surat suara tidak rusak atau sobek. Masuk ke Bilik Suara: Pergilah ke bilik suara kosong. Bilik suara dirancang agar Anda dapat mencoblos secara rahasia tanpa dilihat orang lain. Tahap 3: Proses Mencoblos yang Benar Buka Surat Suara: Buka surat suara Anda dan letakkan di meja di dalam bilik suara. Gunakan Alat Coblos: Ambil alat pencoblos yang disediakan (biasanya paku). Coblos di Tempat yang Tepat: Hanya coblos SATU KALI di salah satu pilihan: nomor urut calon, nama calon, atau lambang partai. Contoh: Jika Anda memilih calon legislatif (DPRD/DPR RI), Anda bisa mencoblos pada (1) kotak nama partai, atau (2) kotak nama salah satu calon di bawah partai tersebut. JANGAN mencoblos di luar kotak, JANGAN mencoblos lebih dari satu kali, dan JANGAN mencoret-coret surat suara. (Ini akan membuat suara Anda tidak sah/rusak). Lipat Kembali Surat Suara: Setelah selesai, lipat kembali semua surat suara Anda sesuai lipatan semula. Pastikan tanda coblos tidak terlihat dari luar. Tahap 4: Akhir Proses dan Bukti Mencoblos Masukkan ke Kotak Suara: Keluarlah dari bilik suara dan masukkan setiap surat suara ke dalam kotak suara yang sesuai (kotak-kotak ini biasanya diberi label jelas, misalnya: Kotak Presiden, Kotak DPR RI, dll.). Tinta di Jari: Langkah terakhir, pergilah ke meja tinta (KPPS 6). Petugas akan mencelupkan salah satu jari Anda ke dalam tinta sebagai bukti bahwa Anda sudah menggunakan hak pilih. Tinta ini tidak mudah hilang dan akan menjadi tanda bahwa Anda sudah mencoblos. Selamat! Anda telah berhasil menggunakan hak pilih sebagai Pemilih Pemula.


Selengkapnya