Etika Adalah: Pengertian, Fungsi, dan Peranannya dalam Pemilu

Pengertian Etika

Etika adalah seperangkat nilai, norma, dan prinsip moral yang menjadi pedoman bagi seseorang atau kelompok dalam bertindak dan mengambil keputusan tentang apa yang dianggap baik, benar, dan pantas. Etika membantu membedakan antara perilaku yang dapat diterima secara moral dan yang tidak, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kehidupan bernegara. Dalam konteks demokrasi dan pemerintahan, etika menjadi landasan penting untuk memastikan bahwa kekuasaan dijalankan secara bertanggung jawab, jujur, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Fungsi Etika

Etika memiliki beberapa fungsi utama, antara lain:

  1. Sebagai pedoman perilaku
    Etika memberikan arah dan batasan dalam bertindak agar sesuai dengan nilai moral yang berlaku di masyarakat.

  2. Menjaga keadilan dan kejujuran
    Dengan etika, setiap tindakan diharapkan dilakukan secara adil, transparan, dan tidak merugikan pihak lain.

  3. Membangun kepercayaan publik
    Perilaku etis dari individu maupun lembaga akan menumbuhkan kepercayaan masyarakat.

  4. Mencegah penyalahgunaan kekuasaan
    Etika berperan sebagai kontrol moral agar wewenang tidak digunakan untuk kepentingan pribadi atau kelompok.

  5. Mendorong tanggung jawab sosial
    Etika mengingatkan bahwa setiap tindakan memiliki dampak sosial yang harus dipertanggungjawabkan.

Baca juga: KPU Kabupaten Yalimo Melaksanakan Penandatanganan Perjanjian Kinerja Tahun 2026

Peranan Etika dalam Pemilu

Dalam penyelenggaraan pemilihan umum, etika memiliki peranan yang sangat strategis karena pemilu merupakan pilar utama demokrasi. Beberapa peranan etika dalam pemilu antara lain:

  1. Menjaga integritas penyelenggara pemilu
    Penyelenggara pemilu dituntut bersikap jujur, independen, dan profesional. Etika memastikan bahwa seluruh tahapan pemilu dilaksanakan sesuai aturan dan bebas dari kepentingan politik tertentu.

  2. Mewujudkan pemilu yang adil dan berintegritas
    Etika mendorong terciptanya persaingan yang sehat antar peserta pemilu tanpa kecurangan, intimidasi, atau manipulasi.

  3. Melindungi hak pemilih
    Dengan menjunjung etika, hak masyarakat untuk memilih secara bebas dan rahasia dapat terjamin tanpa tekanan atau pengaruh yang tidak semestinya.

  4. Meningkatkan kualitas demokrasi
    Pemilu yang dilandasi etika akan menghasilkan proses dan hasil yang lebih legitimate, sehingga memperkuat demokrasi dan stabilitas politik.

  5. Menumbuhkan budaya politik yang bermartabat
    Etika mendorong peserta pemilu, tim kampanye, dan masyarakat untuk mengedepankan dialog, saling menghormati, dan menjauhi ujaran kebencian atau hoaks.

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Dilihat 13 Kali.