KPU Tetapkan 214,35 Juta Pemilih Hasil Pemutakhiran Data Semester I 2026, Didominasi Milenial
Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI secara resmi menetapkan hasil Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) tingkat nasional untuk Semester I Tahun 2026. Penetapan ini dilakukan dalam Rapat Pleno Terbuka yang dipimpin oleh Ketua KPU Mochammad Afifuddin, di Ruang Sidang Utama Lantai 2 Kantor KPU, Senin (20/7/2026) .
Rapat pleno yang berlangsung pada hari ini, Senin 20 Juli 2026, tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran Komisioner KPU, yaitu Betty Epsilon Idroos, Idham Holik, August Mellaz, Yulianto Sudrajat, Iffa Rosita, dan Parsadaan Harahap . Dalam sambutannya, Ketua KPU Mochammad Afifuddin menegaskan bahwa pemutakhiran data pemilih secara berkelanjutan merupakan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum yang wajib dilaksanakan di luar tahapan pemilu untuk menjaga akurasi dan validitas data pemilih.
"Kegiatan ini merupakan langkah nyata KPU dalam menjaga hak pilih masyarakat. Kami berkomitmen untuk memastikan data pemilih yang kita miliki selalu mutakhir, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan," ujar Afifuddin dalam sambutannya . Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, terutama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kemendagri untuk sinkronisasi data kependudukan, serta dengan TNI-Polri dan pemerintah desa/kecamatan untuk pemutakhiran data dinamis.
Berdasarkan hasil rekapitulasi yang ditetapkan dalam rapat tersebut, total pemilih nasional tercatat sebanyak 214.354.667 jiwa . Angka ini terdiri dari 212.406.069 pemilih dalam negeri yang tersebar di 38 provinsi, 514 kabupaten/kota, 7.285 kecamatan, dan 83.737 desa/kelurahan, serta 1.948.598 pemilih luar negeri yang terdaftar melalui 131 Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN).
Anggota KPU sekaligus Ketua Divisi Data dan Informasi, Betty Epsilon Idroos, memaparkan komposisi pemilih yang hampir seimbang antara perempuan dan laki-laki. Jumlah pemilih perempuan mencapai 107.499.647 jiwa (50,15 persen), sementara pemilih laki-laki berjumlah 106.855.020 jiwa (49,85 persen) . Dibandingkan dengan data PDPB Semester II Tahun 2025, terjadi peningkatan jumlah pemilih sebesar 1,17 persen.
Dilihat dari komposisi generasi, pemilih didominasi oleh generasi Milenial sebanyak 68.873.953 jiwa atau 32,13 persen dari total pemilih nasional . Disusul oleh generasi X dengan 27,13 persen dan generasi Z dengan 24,56 persen . Sementara itu, pemilih dari kalangan disabilitas tercatat sebanyak 963.050 jiwa atau 0,45 persen dari total pemilih, dengan mayoritas adalah penyandang disabilitas fisik yang mencapai 366.951 jiwa (38,10 persen).

Betty juga merinci bahwa Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah pemilih terbanyak yaitu mencapai 37.759.992 jiwa, disusul oleh Jawa Timur (32.503.002 jiwa) dan Jawa Tengah (29.332.029 jiwa) . Sementara itu, Papua Selatan menjadi provinsi dengan jumlah pemilih paling sedikit yaitu 387.710 jiwa.
Dengan ditetapkannya data ini, KPU memastikan bahwa data pemilih yang akurat dan mutakhir menjadi fondasi penting bagi penyelenggaraan pemilu yang demokratis dan inklusif ke depan.